Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 November 2014

Sistem Informasi Manajemen di PT. Radio Swara UNIB



 Sistem Informasi Manajemen di PT. Radio Swara UNIB


1.    LATAR BELAKANG
Perkembangan yang dialami dunia dalam era globalisasi membawa setiap negara mengembangkan teknologi yang dimilikinya menjadi lebih unggul dan maju. Media elektronik sebagai media yang sangat berperan dalam menyebarkan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat yang berada di suatu negara. Arus informasi yang beredar tidak lagi memiliki sekat pemisah antar negara satu dan lainnya. Informasi yang terdapat di suatu negara dapat diketahui saat itu juga di negara lainnya.
Begitu pula di Indonesia, sebagai negara berkembang yang masyarakatnya masih dalam tahap pengembangan pengetahuan teknologi. Media massa merupakan sarana penting yang memberikan informasi bagi masyarakat. Informasi yang disajikan bukan hanya pada satu varian, melainkan multi informasi yang dapat berupa sebagai hiburan, membantu pekerjaan atau tugas, dan lain-lain. Bahkan media kini menjadi kebutuhan sekunder yang mendukung kehidupan manusia.
Perkembangan media dan informasi yang terdapat di dalamnya, memberikan manfaat yang besar bagi keberlangsungan suatu organisasi. Baik itu organisasi-organisasi publik (pemerintah) maupun swasta. Media dapat terbagi menjadi dua, yaitu media cetak dan media elektronik. Media massa elektronik merupakan media yang perkembangannya terlihat pesat setiap tahunnya. Mulai dari perkembangan komputer, gadget, televisi, radio.
Perkembangan ilmu dan teknologi dewasa ini, terutama bidang komputer dan bidang komunikasi sangat berpengaruh terhadap kemajuan pekerjaan dalam organisasi pemerintah, swasta, dan kemasyarakatan. Begitu pula dengan perusahaan di bidang penyiaran yang sangat berkaitan dengan media tersebut.
Disini penulis mengangkat masalah Media Massa Radio. Yang perkembangannya tidak terlihat mencolok di mata masyarakat. Namun dalam usaha pengelolaannya, pengadaan sistem informasi manajemen yang baik sangat dibutuhkan. Radio yang berbentuk Perusahaan Terbuka, menjalankan tugas dalam mengolah data menjadi informasi yang disajikan kepada masyarakat. Harus memiliki manajemen yang bagus untuk menghasilkan informasi yang bagus pula.
Dijaman modern seperti sekarang, radio kian terdesak dengan televisi, namun tetap banyak memiliki penggemar. Kecenderungannya adalah jangkauan siaran radio kian menyempit sehingga yang paling mampu bertahan adalah radio-radio yang hanya melayani suatu wilayah kecil. Contohnya seperti di Kota Bengkulu dengan salah satu radionya yang akan penulis bahas yaitu Radio Swara Unib 99.2 FM Bengkulu.
Disini, sistem informasi manajemen sebagai sesuatu yang dijalankan dalam mengelola PT. Radio Swara Unib untuk menghasilkan siaran yang pantas disajikan kepada masyarakat. Perlu kajian mendalam untuk mengetahui apakah pengelolaan sistem informasi dalam perusahaan tersebut telah berjalan sesuai dan tidak ada hambatan yang begitu berarti. Untuk itulah penulis mengambil fokus pada penggunaan Sistem Informasi Manajemen di PT. Radio Swara Unib.

2.    RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang telah diuraikan pada poin sebelumnya, dapat dirumuskan masalah yang meliputi tulisan ini, diantaranya untuk menjawab bagaimana penggunaan sistem informasi manajemen di PT. Radio Swara Unib Bengkulu.



3. PEMBAHASAN
3.1. Profil PT. Radio Swara Unib
Perkembangan teknologi informasi saat ini melaju sangat pesat, dan menuju ke arah perkembangan secara utuh yang sangat  global dan universal. Searah dengan makin lengkapnya sarana pelayanan komunikasi dan olah informasi yang disediakan oleh berbagai macam manufaktur dengan memahami kebutuhan masyarakat membawa dampak yang signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Media massa merupakan bagian penting dalam penyebaran wawasan, berita, dan lainnya dalam pelayanan informasi kepada masyarakat dan konsep pengembangan SDM, yang dikemas dalam nuansa yang mempertimbangkan ketertarikan masyarakat akan suatu hal seperti hiburan, sehingga menimbulkan bentuk penyajian yang bervariasi.
Oleh karena itu perlu dan sangat layak sekali UNIVERSITAS BENGKULU sebagai institusi yang mengusung TRI DHARMA Perguruan Tinggi dan mempunyai kualitas SDM yang handal, untuk mendirikan media Radio Siar. Dan Oleh karena itu dirintis Radio siar Universitas Bengkulu yang diolah oleh Koperasi Pegawai Negeri, dan mendirikan PT. RADIO SWARA UNIB yang bernama SWARA UNIB FM pada Frekuensi  99.2 MHz. Adapun visi dan misi yang diusung yaitu:
Visi
Menjadi media komunikasi dan informasi radio yang strategis dalam bidang pendidikan dan kebudayaan sesuai tridharma perguruan tinggi dan bermanfaat secara langsung kepada masyarakat serta menjadi sarana aktualisasi dan pengembangan kemampuan Masyarakat kampus Universitas Bengkulu, terutama dalam hal broadcasting dan jurnalistik, dan penguasaan teknologi radio broadcast.
Misi
·      Menyediakan informasi-informasi aktual dan mendidik lewat program-program siaran bagi civitas kampus.
·       Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh mahasiswa dan civitas lainnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
·       Mampu menciptakan wahana-wahana riset-riset dan eksperimen dalam rangka pengembangan teknologi broadcasting di Bengkulu khususnya dan Indonesia umumnya.



Data Radio diantaranya yaitu:
·  Nama Badan Hukum       : PT RADIO SWARA UNIB
·  Nama Mengudara                        : SWARA UNIB FM
·  Frekuensi kerja                 : 99.2 FM
·  Alamat                             : Jl. WR. Supratman, Kandang limun, Bengkulu
·  Nama Direktur                 : Indra Agustian, ST
·  Daya Pancar                     : 1200 Watt
·  Area Siar                          : Provinsi Bengkulu
·  Station Call                      : ”SOBAT KAMPUS”
Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan Bapak Gustiansyah  A.Md  ( Direktur Marketing PT. Radio Swara Unib) pada 26/04/2014, dapat diketahui format siaran yang diberikan oleh Radio Swara Unib dapat berupa berita, penerangan/informasi, pendidikan dan kebudayaan, rohani, program family day in broadcast, hiburan dan musik, olahraga, dialog : theologikal,informatika dan teknologi, program kesehatan masyarakat. Program harian yang disiarkan diantaranya: Pada malam senin dengan program Suara Hati (sesi curhat bagi pendengar), malam Kamis dengan program Bahasa Jiwa (Tentang Puisi), malam Jum’at dengan program Book List (bedah buku), Jum’at Sore dengan program Spirit Inside (motivasi secara rohani), Sabtu dengan program Lopi (Tentang komunitas di Bengkulu), serta malam Minggu dengan program Life Akustik (menyanyi langsung).
          Komposisi Lagu yang disajikan dalam penyiaran diantaranya 60 %  lagu lokal dan 40 % lagu asing. Lagu lokal dikirim oleh label musik yang menaungi produksi lagu tersebut. Jadi lagu-lagu yang disajikan di sini adalah lagu asli dan bukan bajakan. Namun tidak demikian dengan lagu asing, yang didapatkan melalui media internet. Hal ini jelas, karena Radio Swara Unib tidak menjalin hubungan kerjasama dengan label musik luar negeri/asing. Materi Siaran di dalam penyiaran Radio Swara Unib berupa program paket sendiri, kerja sama dengan lembaga lain, kerja sama dengan pemerintah, dari masyarakat untuk masyarakat, informasi media elektronika dan cetak.

3.2. Pelayanan dan Pembinaan Pendengar
Membangun kebersamaan dan rasa kekeluargaan antara Radio Swara Unib dan pendengarnya, melalui event-event off air yang diadakan. Seperti kegiatan seminar nasional yang diadakan pada bulan Maret 2014. Radio Swara Unib menjalin kerjasama dengan BKKBN Bengkulu dengan tema seminar yaitu kependudukan. Dengan peserta yang terdiri dari kalangan masyarakat umum dan mahasiswa. Melalui kegiatan seperti ini, Radio Swara Unib menunjukkan peranannya sebagai media yang berupaya menyalurkan informasi dan pendidikan yang kemudian bisa mencerdaskan masyarakat.

3.3. Proses Input Data Menjadi Informasi
Radio Swara Unib sebagai bentuk perusahaan yang memberikan produk berupa siaran kepada pendengar luas yang mencakup Provinsi Bengkulu. Dalam mengolah setiap programnya berhubungan erat dengan teknologi dalam manajemen data menjadi informasi. Namun ada pula informasi utuh yang diberikan secara langsung kepada pendengarnya. Dalam proses manajemen data ini dilakukan dengan perantara media sosial. Salah satunya yaitu pemberitaan. Pemberitaan diposting di media sosial facebook, kemudian disiarkan kembali di Radio. Dengan begitu, setiap update atau perkembangan dari meja redaksi juga dimasukkan ke dalam akun-akun Radio di media sosial.
Pengambilan data melalui media sosial facebook ini juga dapat berupa informasi mengenai kegiatan-kegiatan mahasiswa yang dimasukkan ke dalamnya. Dengan diinfokan dari mahasiswa-mahasiswa Universitas Bengkulu, ataupun dari kalangan lain. Selain itu dapat berupa permintaan-permintaan terhadap program acara tertentu yang direquest oleh pendengar. Bila mendapat hal seperti itu, pihak redaksi menampung dan mengkaji ulang mengenai masukan tersebut. Mempertimbangkan baik-buruknya, dampaknya, tingkat rating pendengar, dan sebagainya. Baru mengambil tindakan untuk tidak menanggapi atau menanggapi usulan tersebut. Jika usulan tertentu ditanggapi, maka dibuatlah program siaran baru. Dan melihat terus perkembangan program tersebut.
Dengan adanya program baru jumlah pendengar bisa naik ratingnya atau malah sebaliknya. Rating pendengar itu bisa diketahui dari partisipasi langsung pendengar terhadap siaran Radio. Setiap program yang meminta partisipasi pendengar akan menunjukkan berapa banyak antusias pendengar. Partisipasi itu bisa diwujudkan melalui layanan sms, telepon, ataupun komentar di media sosial.
Dalam memanajemen data menjadi informasi, faktor lain yang penting untuk diperhatikan adalah SDM yang berada di dalam perusahaan. Setiap jabatan memiliki fungsi yang berbeda, dalam manajemennya dapat dilihat fungsi setiap lini adalah sebagai berikut.
Radio Swara Unib dibawahi oleh Universitas Bengkulu, dengan Susunan tertinggi yaitu Rektor UNIB, lalu di bawahnya adalah Pembantu Rektor 4 sebagai pengawas, lalu Komisaris, Kepala Koperasi Pegawai Negeri. Di bawahnya terdapat Direktur, sebagai pemegang jabatan tertinggi dalam lingkup perusahaan memiliki wewenang dalam memanajemen apa yang harus dilakukan oleh bawahannya dalam hal pengolahan data. Direktur dari PT. Swara Unib adalah Indra Agustian ST. Beliau setiap hari datang ke studio untuk memantau perkembangan kinerja secara langsung. Hal ini sangat bagus, karena dengan demikian proses pengolahan data menjadi lebih termanajemen dengan fungsinya pengawasan dan pengarahan. Dibawah direktur, ada wakil direktur, yaitu Ento Gusmanto. Yang fungsinya membantu direktur dalam manajemen SDM. Lalu sekretaris, yaitu Sri Rahayu, merupakan mahasiswa Universitas Bengkulu. Bendahara yaitu Yoka Pradana, Mahasiswa Universitas Bengkulu. Selain itu, pelaksana teknis langsung ada Program Director yaitu Andrian Setiawan yang tugasnya mengatur jadwal siaran Radio. Music Director yaitu Aris Munandar sebagai orang yang mengatur musik dan waktu pemutarannya. Direktur Marketing yaitu Gustiansyah A.Md dengan tugas pemasaran pemasangan iklan. Kepala Pemberitaan yaitu Robi Ardiansyah, yang memiliki tugas untuk mencari berita, terutama seputar lingkup Universitas Bengkulu. Serta ada begitu banyak penyiar yang berasal dari kalangan mahasiswa Universitas Bengkulu.
Perpaduan dari semua komponen SDM yang ada pada garis lini tersebut, mendukung jalannya pembentukan data menjadi informasi. Karena telah ada penempatan tugas pada masing-masing bagian. Sehingga jabatan struktural yang ada dalam PT. Radio Swara Unib ini menjadi bagian dari sistem dalam memanajemen informasi.

3.4. Perangkat Sistem Informasi Radio Swara Unib
Dalam melaksanakan programnya, Radio Swara Unib menggunakan teknologi secara maksimal. Karena setiap informasi yang diolah oleh radio ini terlebih dahulu didapatkan melalui data yang terdapat di media. Terutama media sosial yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat pada umumnya serta mahasiswa khususnya. Media sosial facebook menjadi media yang dominan dalam pengumpulan data. Selain itu, data di dapatkan dari dalam kampus Universitas Bengkulu saat ada kegiatan-kegiatan tertentu yang dilaksanakan oleh mahasiswa.
Pengelolaan informasi untuk siaran, oleh perangkat-perangkat inti, seperti:
·         Mixer
·         Komputer
·         Pemancar
·         Antena Pemancar
·         Mic Zemhaizer
·         Headphone
Perangkat Pendukung dapat berupa Speedy untuk mengakses internet.

3.5. Kendala yang Timbul dalam Perangkat Sistem Informasi
Penggunaan perangkat secara terus-menerus akan mengurangi nilai barang tersebut, jadi tidak mengherankan bila beberapa perangkat inti seperti komputer menjadi perangkat yang bisa mengalami kerusakan, walau bersifat sementara. Bila komputer mengalami kerusakan sementara, maka akan digantikan dengan komputer lain. Namun tidak begitu dengan peralatan lainnya yang telah terjamin kualitasnya.
Di Radio Swara Unib sendiri pernah terjadi kerusakan besar pada perangkat-perangkat yang diakibatkan oleh sambaran petir. Setiap alat elektromagnetik yang memancarkan radiasi dan gelombang magnetik, terutama di Swara Unib sendiri yang penuh dengan perangkat-perangkat elektronik, maka tidak mengherankan bisa memicu sambaran petir tersebut. Peristiwa yang terjadi pada tahun 2010 itu, mengakibatkan Radio berhenti siaran selama 1 minggu. Karena untuk memperbaiki perangkat yang rusak. Setelah itu Radio bisa kembali hidup hingga saat ini.
Kerusakan yang dialami oleh perangkat inti yang digunakan dalam siaran bisa membuat terhambatnya siaran. Bahkan bisa berhenti sementara. Perawatan terhadap perangkat-perangkat ini menjadi hal penting yang harus diperhatikan bila ingin mempertahankan kualitas nilai dari perangkat yang digunakan.

3.6. Pentingnya Sistem Informasi Manajemen dalam Mendukung Kinerja Radio
Seperti yang kita ketahui, bahwa Radio Swara Unib hidup melalui komponen-komponennya yang berupa perangkat elektronik dan internet. Bisa dikatakan bahwa perangkat elektronik, internet, serta SDM sebagai pengelolanya menjadi satu sistem yang membangun Radio Swara Unib. Setiap perkembangan teknologi yang terjadi, mempengaruhi bentuk dan penggunaan perangkat di dalamnya.
Dari awal PT. Radio Swara Unib ini berdiri, telah beberapa kali terjadi penggantian perangkat dan sistem pengolahan data. Karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang semakin maju. Sebelum revolusi dalam dunia teknologi, untuk pemutaran lagunya saja, Radio Swara Unib memakai kaset atau secara manual. Namun setelah tahun 2000 dimana teknologi mulai mengalami perkembangan, pemutaran lagu tidak lagi menggunakan kaset atau manual. Namun bisa dilakukan secara langsung dari komputer dan lebih cepat.
Selain itu, media sosial dan internet sebagai faktor yang tidak dapat dipisahkan dari sistem informasi manajemen. Karena input yang didapatkan Radio adalah dari internet dan media sosial. Tanpa adanya media yang menyumbang input data, maka akan membuat Radio kesulitan dalam menyusun program siarannya. Teknologi informasi sebagai mediator dan fasilitator yang sangat penting dalam pengadaan sistem informasi manajemen. Serta pentingnya sistem informasi manajemen sebagai urat nadi yang menghidupi Radio Swara Unib. Tanpanya, tidak ada bahan bagi Radio Swara Unib untuk disiarkan dan itu sama saja dengan kehilangan ruh yang memberikan kehidupan pada Radio Swara Unib.



4. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Sistem Informasi Manajemen sebagai kesatuan fungsi dalam mengelola data menjadi informasi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini, PT. Radio Swara Unib sebagai salah satu stasiun Radio yang menawarkan jasa penyiaran kepada masyarakat luas. Dengan basis pengembangan kemampuan para civitas akademika di Universitas Bengkulu. Untuk memenuhi tujuannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, pengelolaannya melalui proses. Terutama untuk pengumpulan data yang kemudian menjadi informasi yang siap disajikan kepada pendengar.
Perkembangan informasi melalui internet menjadikannya sebagai media dan sarana utama mendapatkan input data bagi PT. Radio Swara Unib. Pengelolaan dan pemanfaatan perangkat yang baik menjadi aspek penting agar terlaksana program-program Radio yang telah dibuat. Selain itu, proses manajemen yang dilaksanakan oleh Sumber Daya Manusia yang ada di dalam PT. Radio Swara Unib menjadi faktor yang penting pula. Ketiga hal tersebut merupakan bagian dari Sistem Informasi Manajemen yang ada di dalam PT. Radio Swara Unib. Sebagai bagian dari sistem, keselarasan diantara semuanya menjadi hal yang penting untuk mendapatkan output yang sesuai dengan yang diharapkan.




5. DAFTAR PUSTAKA
·         Amsyah, Zulkifli. 2003. Manajemen Sistem Informasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
·         Sistem Informasi Manajemen Radio, http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/524/jbptunikompp-gdl-fitriehand-26179-2-unikom_f-k.pdf, 01.00 P.M, 23/04/2014.
·      Sistem Informasi Manajemen Radio, http://sisteminformasimanajemenklpk8tep2011.blogspot.com/, 02.11 P.M, 23/04/2014.
·      Profil Radio Swara Unib, http://www.swaraunib.com/2013/06/company-profile/, 02.15 P.M, 23/04/2014.

Rabu, 23 April 2014

UANG


UANG
A.   Pengertian Uang
Awal mula dikenalnya uang adalah akibat dari kesulitan masyarakat dalam melakukan tukar-menukar di masa lalu. Kendala utama dalam melakukan pertukaran adalah sulit untuk memperoleh barang dan jasa yang diinginkan sesuai dengan jenis barang dan jasa pada saat dibutuhkan. Kendala seperti ini terjadi pada saat perekonomian dalam suatu wilayah masih menggunakan sistem barter untuk memperoleh barang maupun jasa.
Sistem barter merupakan suatu sistem pertukaran antara barang dengan barang, atau barang dengan jasa atau sebaliknya. Sistem ini merupakan sistem yang pertama kali dikenal di dalam perdagangan dunia. Namun, sistem ini mulai ditinggalkan akibat dari banyaknya kendala dalam setiap kali melakukan pertukaran dan mulai dikenalnya sarana pertukaran yang lebih efisien.
Beberapa kendala yang sering dialami sistem barter dalam melakukan pertukaran antara lain sebagai berikut.
1.    Sulit menemukan orang yang mau menukarkan barangnya yang sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.
2.    Sulit untuk menentukan nilai barang yang akan ditukarkan terhadap barang yang diinginkan.
3.    Sulit menemukan orang yang mau menukarkan barangnya dengan jasa yang dimiliki atau sebaliknya.
4.    Sulit untuk menemukan kebutuhan yang mau ditukarkan pada saat yang cepat sesuai dengan keinginan. Artinya untuk memperoleh barang yang diinginkan memerlukan waktu yang terkadang relatif lama.
Untuk mengatasi segala kendala yang ada oleh para ahli dipikirkanlah sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat tukar yang lebih efisisen dan efektif. Alat tukar tersebut adalah yang kita kenal dengan nama “uang” seperti sekarang ini. Dengan ditemukannya uang, segala kendala di atas dapat diatasi, bahkan fungsi uang tidak hanya sebagai alat tukar saja, melainkan beralih ke fungsi-fungsi lainnya yang jauh lebih luas.
Pengertian uang secara luas adalah sesuatu yang dapat diterima secara umum sebagai alat pembayaran dalam suatu wilayah tertentu atau sebagai alat pembayaran utang atau sebagai alat untuk melakukan pembelian barang dan jasa. Dengan kata lain, bahwa uang merupakan alat yang dapat digunakan dalam melakukan pertukaran baik barang maupun jasa dalam suatu wilayah tertentu saja.
Secara umum, uang tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar, akan tetapi juga memiliki fungsi-fungsi lainnya seperti sebagai alat satuan hitung, penimbun kekayaan atau sebagai standar pencicilan utang. Kemudian uang biasanya hanya dapat dipergunakan dalam satu wilayah tertentu, misalnya negara, karena bisa saja satu mata uang tertentu tidak berlaku di negara lain dan sebaliknya, namun bisa saja satu mata uang negara tertentu berlaku di semua negara seperti mata uang US Dollar.
Dalam perekonomian yang semakin modern seperti sekarang ini, uang memainkan peranan yang sangat penting bagi semua kegiatan masyarakat. Uang sudah merupakan suatu kebutuhan, bahkan uang menjadi salah satu penentu stabilitas dan kemajuan perekonomian di suatu negara. Namun demikian, bukan berarti sistem barter sudah lenyap, tetapi masih digunakan untuk tingkat perdagangan tertentu saja seperti perdagangan antarnegara dan di daerah pedesaan.
Untuk memenuhi kebutuhan akan uang, pemerintah negara yang bersangkutan melalui bank sentral berhak menciptakan uang, terutama uang kartal. Begitu pula dengan jumlah uang beredar perlu dijaga agar nilai uang tetap stabil. Kemudian kebutuhan akan uang giral biasanya dicetak oleh bank-bank umum, dimana jumlahnya jauh melebihi jumlah uang kartal yang beredar. Dalah hal berkaitan dengan uang, maka peranan lembaga keuangan terutama bank sangatlah besar, hal ini sesuai dengan fungsi lembaga keuangan, yaitu sebagai perantara keuangan di masyarakat.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya uang, maka banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh, baik bagi pihak penerima uang maupun pembayar. Adapun manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya uang antara lain:
1.    Memepermudah untuk memperoleh dan memilih barang dan jasa yang diinginkan secara cepat;
2.    Mempermudah dalam menentukan nilai (harga) dari barang dan jasa;
3.    Memperlancar proses perdagangan secara luas;
4.    Digunakan sebagai tempat menimbun kekayaan.

B.   Kriteria Uang
Seperti yang diketahui bahwa sesuatu yang dapat dikatakan sebgai uang haruslah memenuhi beberapa persyaratan. Tujuannya adalah agar sesuatu yang dianggap sebagai uang dapat diterima semua lapisan masyarakat dan dapat digunakan sebagai alat tukar menukar oleh si pemiliknya. Artinya bahwa sesuatu yang dianggap sebagai uang harus memiliki beberapa kriteria sehingga dapat diakui sebagai uang.
Kriteria agar sesuatu dapat dikatakan sebagai uang haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut.
1.    Ada Jaminan
Setiap uang yang diterbitkan dijamin oleh pemerintah negara tertentu. Dengan adanya jaminan dari pemerintah tertentu, maka kepercayaan untuk menggunakan uang untuk berbagai keperluan mendapat kepercayaan dari masyarakat luas. Khususnya uang logam sudah dijamin oleh nilai yang terkandung di dalam uang tersebut. Oleh karena itu, yang perlu jaminan pemerintah adalah uang kartal kertas. Uang jenis ini digunakan hanya berdasarkan kepercayaan (fiat money).
2.    Disukai umum
Artinya uang harus dapar diterima secara umum penggunaannya apakah sebagai alat tukar, penimbun kekayaan atau sebagai standar pencicilan utang. Oleh karena itu, fungsi uang disini tidak hanya sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai alat untuk menimbun kekayaan atau sebagai standar pencicilan utang.
3.    Nilai yang stabil
Nilai uang harus memiliki kestabilan dan ketetapan serta diusahakan fluktuasinya sekecil mungkin. Apabila nilai uang sering mengalami ketidakstabilan, maka akan sulit untuk dipercaya oleh yang menggunakannya.
4.    Mudah disimpan
Uang harus mudah disimpan di berbagai tempat, termasuk dalam tempat yang kecil namun dalam jumlah yang besar. Artinya uang harus memiliki fleksibilitas, seperti bentuk fisiknya yang tidak terlalu besar, mudah dilipat dan terdapat nominal mulai dari yang kecil sampai nominal yang maksimal.
5.    Mudah dibawa
Uang harus mudah dibawa kemanapun, dengan kata lain mudah untuk dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu tangan ke tangan yang lain dengan fisik kecil dan nominal besar sekalipun. Uang sebaiknya mudah dibawa untuk keperluan sehari-hari. Oleh karena itu, dalam hal ini fisik uang juga jangan terlalu besar dan diusahakan seringan mungkin.
6.    Tidak mudah rusak
Uang hendaknya tidak mudah rusak dalam berbagai kondisi, baik robek atau luntur terutama kondisi fisiknya mengingat frekuensi pemindahan uang dari satu tangan ke tangan lainnya demikian besar. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah kualitas fisik uang harus benar-benar dijaga dan terjamin kualitasnya sehingga uang dapat digunakan untuk waktu yang relatif lama.
7.    Mudah dibagi
Uang mudah dibagi ke dalam satuan unit tertentu dengan berbagai nominal yang ada guna kelancaran dalam melakukan transaksi, mulai dari nominal kecil sampai dengan nominal yang besar sekalipun. Kemudian uang tidak hanya agar mudah dibagi, tetapi juga harus mudah dalam pembulatan dengan kelipatan tertentu, terutama dalam nilai bulat. Oleh karena itu, agar uang mudah dibagi harus dibuat dalam nominal yang beragam.
8.    Suplai harus elastis
Agar perdagangan dan usaha menjadi lancar, jumlah uang yang beredar di masyarakat haruslah mencukupi. Tersedianya uang dalam jumlah yang cukup disesuaikan dengan kondisi usaha atau kondisi perekonomian suatu wilayah. Apabila dalam dunia usaha terjadi kekuarangan uang, maka berakibat kurang baik. Demikian pula apabila jumlah uang melebihi dari jumlah yang dibutuhkan. Oleh karena itu, jumlah uang harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Artinya, apabila terjadi kekurangan atau kelebihan dengan cepat dapat diatasi sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat dalam berbagai hal yang berhubungan dengan uang.

C.   Fungsi Uang
Pada awalnya fungsi uang hanyalah sebagai alat guna memperlancar pertukaran. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, fungsi uang pun sudah beralih dari alat tukar ke fungsi yang lebih luas. Uang sekarang ini telah memiliki berbagai fungsi sehingga benar-benar dapat memberikan banyak manfaat bagi pengguna uang. Beragamnya fungsi uang berakibat penggunaan uang yang semakin penting dan semakin dibutuhkan dalam berbagai kegiatan masyarakat luas.
Fungsi-fungsi dari uang secara umum yang ada dewasa ini adalah sebagai berikut.
1.      Alat tukar-menukar
Dalam hal ini, uang digunakan sebagai alat untuk membeli atau menjual suatu barang maupun jasa. Dengan kata lain, uang dapat digunakan untuk membayar barang yang akan dibeli atau diterima sebagai akibat dari penjualan barang dan jasa. Uang sebagai alat tukar dapat digunakan untuk segala jenis barang dan jasa yang ditawarkan.
2.      Satuan hitung
Fungsi uang sebagai satuan hitung menunjukkan nilai dari barang dan jasa yang dijual atau dibeli. Besar kecilnya nilai yang dijadikan sebagai satuan hitung dalam menentukan harga barang dan jasa secara mudah. Dengan adanya uang akan mempermudah keseragaman dalam satuan hitung.
3.      Penimbun kekayaan
Dengan menyimpan uang berarti kita menyimpan atau menimbun kekayaaan sejumlah uang yang disimpan, karena nilai uang tersebut tidak akan berubah. Uang yang disimpan menjadi kekayaan dapat berupa uang tunai di samping sebagai penimbun kekayaan juga memberikan manfaat lainnya. Memegang uang tunai biasanya memiliki beberapa tujuan seperti untuk memudahkan melakukan transaksi, berjaga-jaga, atau melakukan spekulasi. Kemudian dengan menyimpan uang di bank justru akan menambah kekayaan karena akan memperoleh uang jasa berupa bunga.
4.      Standar pencicilan utang
Dengan adanya uang akan mempermudah menentukan standar pencicilan utang piutang secara tepat dan cepat, baik secara tunai maupun secara angsuran. Begitu pula dengan adanya uang, secara mudah dapat ditentukan berapa besar nilai piutang yang harus diterima atau dibayar sekarang atau di masa yang akan datang.

D.     Jenis-jenis Uang
Uang yang dijadikan sebagai alat untuk melakukan berbagai kegiatan sehari-hari terbagi dalam beberapa jenis. Pembagian ini didasarkan kepada berbagai maksud dan tujuan penggunaannya sesuai dengan keperluan berbagai pihak yang membutuhkan. Jenis-jenis uang berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, baik perkembangan intrinsiknya, nominalnya, maupun fungsi uang itu sendiri.
Adapun jenis-jenis uang yang dapat dilihat dari berbagai sisi adalah sebagai berikut.
1.      Berdasarkan bahan
Jika dilihat dari bahan untuk membuat uang maka jenis uang terdiri dari dua macam, yaitu:
a.       Uang logam, merupakan uang dalam bentuk koin yang terbuat dari logam, baik dari alumunium, kupronikel, bronze, emas, perak atau perunggu dan bahan lainnya. Biasanya uang yang terbuat dari logam dengan nominal yang kecil. Di Indonesia, uang logan terdiri dari pecahan Rp 5, Rp 10,-, Rp 25,-, Rp 50-, Rp 100,-, Rp 500,-, Rp1.000,-, dan Rp 10.000,-;
b.      Uang kertas merupakan uang yang bahannya terbuat dari kertas atau bahan lainnya. Uang dari bahan kertas biasanya dalam nominal yang besar sehingga mudah dibawa untuk keperluan sehari-hari. Uang jenis ini terbuat dari kertas yang berkualitas tinggi, yaitu tahan terhadap air, tidak mudah robek atau luntur. Pecahan uang kertas di Indonesia adalah dimulai dari Rp 100,-, Rp 500, Rp 1.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000.
2.      Berdasarkan nilai
Jenis uang ini dilihat dari nilai yang terkandung pada uang tersebut, apakah nilai intrinsiknya (bahan uang) atau nilai nominalnya (nilai yang tertera dalam uang tersebut). Uang jenis ini terbagi ke dalam dua jenis, yaitu:
a.       Bernilai penuh (full bodied money), merupakan uang yang nilai intrinsiknya sama dengan nilai nominslnya, sebagai contoh uang logam, dimana nilai bahan untuk membuat uang tersebut sama dengan nominal yang tertulis di uang;
b.      Tidak bernilai penuh (representatif full bodied money), merupakan uang yang nilai intrinsiknya lebih kecil dari nilei nominalnya. Sebagai contoh uang yang terbuat dari kertas. Uang jenis ini sering disebut uang bertanda atau token money. Kadangkala nilai intrinsiknya jauh lebih rendah dari nilai nominal yang terkandung di dalamnya.
3.      Berdasarkan Lembaga
Berdasarkan lembaga maksudnya adalah badan atau lembaga yang menerbitkan atau mengeluarkan uang. Jenis uang yang diterbitkan berdasarkan lembaga terdiri dari:
a.       Uang kartal, merupakan uang yang diterbitkan ooleh Bank Sentral baik uang logam maupun uang kertas;
b.      Uang giral, merupakan uang yang diterbitkan oleh bank umum seperti cek, bilyet giro, traveller cheque, dan credit card.
Perbedaan nyata dari kedua jenis uang ini adalah sebagai berikut.
Ø  Uang kartal berlaku dan digunakan di seluruh lapisan masyarakat, sedangkan uang giral hanya digunakan dan berlaku di kalangan masyarakat tertentu saja, seperti pihak yang mengeluarkan maupun menggunakan uang giral tersebut.
Ø  Nominal dalam uang kartal sudah tertera dan terbatas, sedangkan dalam uang giral harus ditulis terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan dan nominalnya tidak terbatas.
Ø  Uang kartal dijamin oleh pemerintah tertentu, sedangkan uang giral hanya dijamin oleh bank yang mengeluarkan saja.
Ø  Uang kartal ada kepastian pembayaran seperti yang tertera dalam nominal uang, sedangkan uang giral belum ada kepastian pembayaran, hal ini tergantung dari beberapa hal termasuk lembaga yang mengeluarkannya.
4.      Berdasarkan Kawasan
Uang jenis ini dilihat dari daerah atau wilayah berlakunya suatu uang. Artinya bisa saja suatu jenis mata uang hanya berlaku dalam satu wilayah tertentu dan tidak berlaku di daerah lainnya atau berlaku di seluruh wilayah. Jenis uang berdasarkan kawasan adalah sebagai berikut.
a.       Uang Lokal, merupakan uang yang berlaku di suatu negara tertentu, seperti Rupiah di Indonesia atau Ringgit di Malaysia.
b.      Uang Regional, merupakan uang yang berlaku di kawasan tertentu yang lebih luas dari uang lokal seperti untuk kawasan benua Eropa berlaku mata uang tunggal Eropa, yaitu EURO.
c.       Uang Internasional, merupakan uang yang berlaku antar negara seperti US Dollar dan menjadi standar pembayaran Internasional.

E.        Sejarah Jenis-jenis Uang di Indonesia
Perkembangan jenis mata uang yang beredar di Indonesia setelah kemerdekaan 1945 beragam. Hal ini tentu tidak terlepas dari kondisi dan situasi yang penuh gejolak pasca kemerdekaan tersebut. Namun, setelah tahun 1951 dengan berlakunya Hukum Darurat No. 20 Tahun 27 September 1951, ditetapkan alat pembayaran yang sah, kecuali Irian Barat, adalah Rupiah. Kemudian diperkuat lagi dengan keluarnya Undang-Undang Pokok Perbankan Nomor 13 Tahun 1968 yang menetapkan satuan hitung uang Indonesia adalan Rupiah dan disingkat Rp.
Adapun jenis-jenis mata uang sebelum keluarnya kedua peraturan dan undang-undang di atas adalah sebagai berikut.
1.    ORI
ORI atau Uang Republik Indonesia yang berlaku hanya di pulau Jawa saja, di samping ada mata uang lainnya.
2.      URUDAB
URIDAB, yaitu Uang Republik Indonesia hanya di Daerah Banten.
3.      URIPS
URIPS, yaitu Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera yang berlaku di sebagian pulau Sumatera. Hal ini disebabkan ada beberapa mata uang yang berlaku di Sumatera.
4.      URITA
URITA, yaitu Uang Republik Indonesia Tapanuli yang berlaku di daerah Tapanuli saja.
5.      URIPSU
URIPSU, yaitu Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang berlaku di Provinsi Sumatera Utara.
6.      URIBA
URIBA, yaitu Uang Republik Indonesia baru Aceh yang berlaku di daerah Aceh.
7.      UDMP
UDMP, yaitu Uang Dewan Mandat Pertahanan daerah Palembang yang berlaku di Palembang.


SUMBER: Kasmir, 2011. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: Rajawali Pers.
Nia Andriani Elf

Buat Lencana Anda

Label

Ekonomi (1) Kuliah (9) Lirik Lagu (11) Materi (3) Sistem Informasi Manajemen (1) Tokoh (1) Umum (3) Umum. (1)
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Recent News

 

Haedanghwa24 Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template